Sabtu, September 12, 2009

KERAMAT BUKIT NGONANG DI DESA SUKOMORO

      Syahdan, dahulu kala ada sebuah kerajaan yang berdiri megah di wilayah Palembang sekarang ini.Kerajaan ini suatu ketika di serang oleh kerajaan dari pulau jawa. Akibat penyerangn yang hebat dan sangat mendadak tersebut, maka,kerajaan yang megah itu pun hancur.
       Dikisahkan pula,Sang Raja yang berkuasa dengan arif meminta kepada ketiga anaknya agar segera pergi meninggalkan istana.Ketiga anak Sang Raja itu masing - masing adalah :
1. Pangeran Ngondang
2. Pangeran Ngonang dan
3. Nyunti Komala Sari.
       Kepada anaknya, Raja meminta agar mereka harus bergegas dengan membawa harta secukupnya untuk bekal di perjalanan nanti.
       Setelah menerima pesan terakhir, dan dengan membawa bekal harta secukupnya, berangkatlah ketiga anak Raja itu  meninggalkan istana yang telah rata dengan tanah.Akhirnya berhentilah kapal mereka di daerah sungai rawas, karena kapal mereka tersangkut di sebuah batu cadas. Setelah kapal mereka kandas di daerah tersebut, maka, ketiganya memulai kehidupan baru dan memiliki bidang pekerjaan masing - masing.Ngondang, saudara tua selalu bertapa di atas batu di pinggir sungai, sedangkan Ngonang suka berburu Rusa,sementara adik mereka, Nguti, suka menenun kain songket.
       Berdasarkan cerita dari nenek moyang desa Sukomoro yang di tuturkan secara turun temurun, Ngunti Komala Sari tidak hanya cantik jelita.Sang puteri ini juga memiliki rambut yang sangat indah, yang panjangnya sampai ketumit dan berwarna hitam mengkilat.
       Hari demi hari ketiga bersaudara itu sibuk menjalankan aktivitas masing - masing . Sementara, sebuah peristiwa terjadi pada diri Pangeran Ngonang. Pada suatu seketika, disaat sedang asyik berburu di tengah hutan di pinggir sungai Batang Hari, Jambi, Pangeran Ngongan melihat ada Puteri Raja yang sedang mandi.Alangkah cantik Puteri Raja itu. Karenanya, timbullah hasrat Pangeran Ngonang meminang Puteri tersebut sebagai istrinya.Namum apa hendak di kata, Pangeran Ngonang harus menyadari setatus dirinya. Dia tak ubahnya seperti rakyat biasa yang takpunya apa-apa.
       Namun, hasrat Pangeran Ngonang tak dapat di redam lagi.Dengan tekat yang  bulat dia berjanji akan tetap berusaha meminang Puteri tersebut, dan kelak akan dijadikan sebagai istrinya.Untuk mewujudkan hasratnya, satu- satu jalan adalah dengan meminta keajaiban dari yang Maha Kuasa.Oleh karena itu, mulailah Pangeran Ngonang bertapa seraya memohon agar bisa di beri jalan yang terbaik untuk meminang Puteri dambaan hatinya.
      Di hari terakhir datanglah seorang kakek yang memberinya selembar kain songket yang berwarna hitam.Si kakek menyuruh Pangeran Ngonang untuk menyerahkan kain itu kepada Puteri sebagai mahar perkawinan mereka. Namun, sebelum melaksanakan pesan itu ada syarat untuk dilakukan oleh Pangeran Ngonang, ya, sebelum dia menyerahkan kain keramat tersebut kepada Puteri dambaan hatinya, Sang Pangeran harus menjemurnya terlebih dahulu selama satu minggu dan tak boleh diangkat dari jemuran walau apa pun yang terjadi.Setelah menjemur kain keramat tersebut, ia pun lupa memberi tahu kepada kedua saudaranya. Maka celakalah dia.Di saat hari ke enam hujan turun dengan lebatnya dan secara spontan PuteriKomala Sari mengangkat kain yang masih di atas jemuran tersebut.Aneh, karena secara gaib Ngonti jatuh cinta kepada kakaknya begiti pula sebaliknya.Lambat - laun Pangeran Ngondang pun sadar akan ketidak warasan itu.
      Maka rencana pembunuhan pun di susun.Di suatu siang Pangeran Ngondang mengajak Pangeran Ngonang untuk menjala ikan di sungai Rawas.Ketika tengah asyik menjala, secara diam - diam Pangeran Ngondang menusuk bahu adiknya, dengan sebuah keris. Namun ajaib, keris tersebut malah patah menjadi dua bagian. 
      Melihat kakaknya berniat membunuhnya, dengan heran Pangeran Ngonang pun bertanya, "Mengapa kakak ingin membunuhku? Apa salahku?".
      "Dengan suara gemetar Pangeran Ngonang menceritakan kejadian yang selama ini di lihatnya".    

Sabtu, September 05, 2009

MASA REMAJA

Masa remaja adalah masa yang indah bagi anak SMP.Karena di saat itu, sering terjadinya perubahan pada diri mereka sendiri.Masa remaja sering membuat anak menjadi mandiri.tapi kebanyakan anak tersebut selalu manja karena pengaruh masa kecil.                                                                                                    
Masa remaja kadang kala banyak membuat anak zaman sekarang manjadi lebih dewasa tanpa menunggu masa dewasa.Apalagi mereka telah bisa mengenal arti pacaran.Itulah yang bisa membuat pikiran anak kebanyakan lupa dengan pendidikan.Dan akhir nya pendidikan menjadi terbengkalai.Tapi ada juga yang lebih mementingkan pendidikan dari pacaran.Karena bagi mereka pacaran masih belum tiba saat nya.